Ustadzah Rianti Malik | 03 Aug 2025
Lisan adalah karunia Allah yang sangat besar. Dengan lisan, manusia dapat menyampaikan ilmu, nasihat, dan kebaikan. Namun, di sisi lain, lisan juga bisa menjadi penyebab utama seseorang tergelincir ke dalam dosa, bahkan masuk ke dalam neraka. Banyak orang terjerumus bukan karena kurang ibadah, tapi karena tidak bisa menjaga ucapannya. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba yang mengucapkan satu kalimat yang ia anggap remeh, namun menyebabkan ia terjerumus ke dalam neraka sejauh tujuh puluh tahun.” (HR. Tirmidzi) Betapa besar dampak sebuah kata. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Setiap kata yang keluar akan dicatat oleh malaikat, sebagaimana firman Allah dalam surat Qaf ayat 18: “Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” Menjaga lisan berarti menghindari dari berkata kotor, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), mencela, menghina, dan menyebar kabar bohong. Semua ini sangat sering terjadi dalam kehidupan masyarakat—baik dalam obrolan langsung, telepon, bahkan sekarang melalui media sosial. Sering kali, satu ucapan yang tidak dipikirkan matang bisa memicu permusuhan, membuat orang sakit hati, bahkan memecah persaudaraan. Bukan hanya dosa, tapi juga nilai-nilai kebersamaan akan rusak ketika masyarakat tidak lagi menjaga lisannya. Tetangga menjadi saling curiga, teman menjadi musuh, dan keluarga menjadi renggang hanya karena kata-kata yang tak dijaga. Di sisi lain, lisan juga bisa menjadi ladang pahala yang sangat luas. Dengan lisan, seseorang bisa berzikir, membaca Al-Qur’an, menyampaikan salam, memberi nasihat, menyemangati orang lain, serta mendoakan kebaikan bagi sesama. Kata-kata yang baik adalah sedekah. Oleh sebab itu, setiap orang beriman hendaknya membiasakan untuk berpikir sebelum berbicara. Jika ucapan itu baik dan bermanfaat, maka ucapkanlah. Jika tidak, lebih baik diam. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan menjaga lisan, bukan hanya hubungan kita dengan manusia yang menjadi lebih baik, tetapi juga menjadi bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Maka, menjaga lisan berarti menjaga kehormatan, menjaga ketenangan, dan menjaga kehidupan.